page contents Skip to main content

Sejarah di Balik Sukabumi

Sebagai manusia tidak ada yang namanya Tamat Belajar, dari anak - anak hingga dimasa tua yang namanya belajar memahami, belajar mengetahui, belajar mencari sesuatu yang kita tidak ketahui, tentunya itu adalah suatu pelajaran yang sangat berarti. Arti belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan. 
sumber : http://artikelsukabumi.blogspot.com
Dan belajar ialah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Berkaitan dengan sejarah sebagai bagian dari ilmu sosial, sejarah mengajarkan manusia agar menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan karena sifat dari sejarah adalah berulang-ulang. Pengertian Sejarah adalah suatu peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lalu dan dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan pada masa itu.
sumber : https://radarsukabumi.com
Definisi sejarah dapat juga diartikan sebagai suatu cabang ilmu yang melakukan kajian secara sistematis mengenai seluruh perkembangan proses perubahan dan dinamika kehidupan masyarakat yang terjai di masa lalu. Terlebih dari itu sebelum kita mengenal wilayah orang lain, kita perlu mengenal wilayah kita sendiri seperti apa pada jaman dahulu, seperti yang satu ini mengenal sejarah Kota Sukabumi.

Pembentukan 
Pada awalnya daerah Kabupaten Sukabumi saat ini ada dibawah Kabupaten Cianjur pada masa Pemerintahan kolonial Hindia Belanda, yang merupakan bagian dari Karesidenan Priangan (Residentie Preanger Regentschappen). Pada tahun 1776 Bupati Cianjur keenam Raden Noh Wiratanudatar VI membentuk sebuah kepatihan bernama Kepatihan Tjikole yang terdiri dari beberapa distrik yaitu distrik Goenoengparang, distrik Tjimahi, distrik Tjiheoelang, distrik Tjitjoeroeg, distrik Djampangtengah, dan distrik Djampangkoelon dengan pusat pemerintahan di Tjikole (sekarang bagian dari Kota Sukabumi).

Pada tanggal 13 Januari 1815, Kepatihan Tjikole berganti nama menjadi Kepatihan Soekaboemi. Nama Soekabumi diusulkan oleh Dr. Andries de Wilde, seorang ahli bedah pemilik perkebunan teh yang mempunyai usaha perkebunan kopi dan teh di daerah Soekaboemi. Asal nama "Sokaboemi" berasal dari Bahasa Sansekerta soeka, "kesenangan, kebahagiaan, kesukaan" dan bhoemi, "bumi, tanah". Jadi "Soekabumi" memiliki arti "tanah yang disukai".

Sejarah Dari Distrik Menjadi Gemeente (Kotapraja)
Kota Sukabumi merupakan suatu wilayah di Jawa Barat yang mengalami perkembangan pesat dibandingkan daerah lainnya. Pada awalnya Sukabumi adalah pemukiman penduduk bagian dari wilayah pemerintahan District Goenoeng Parang, Onderafdeeling Tjiheulang yang merupakan bagian dari Afdeeling Tjiandjoer, Residentie Preanger (Regeerings Almanaks tahun 1872).

Dalam catatan arsip Hindia Belanda, nama sukabumi pertama kali digunakan oleh Andries Christoffel Johannes de Wilde, seorang ahli bedah dan administratur perkebunan kopi dan teh yang berkebangsaan belanda, beliau yang mengenal kan sukabumi ke dunia luar. Sukabumi yang berawal dari sebuah distrik berkembang menjadi gemeente (Kotapraja). Perkembangan ini mungkin terjadi dikarenakan letak wilayah Sukabumi yang strategis terutama setelah dibangun jalan raya pos oleh Daendels.

Keberadaan perkebunan teh yang berada di Sukabumi menjadi faktor penarik penduduk di sekitar untuk datang ke Sukabumi. Mereka datang mengadu nasib untuk meningkatkan taraf hidupnya. Akhirnya Sukabumi tumbuh menjadi pusat perekonomian. Penduduk yang berada di Sukabumi dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Barang - barang tersebut di hasilkan oleh penduduk di pedalaman dan akan di perjual belikan di pasar.

Wilayah Sukabumi akhirnya tumbuh dengan sistem hukum dan berkembang ke arah kosmopolitan seperti yang di kemukakan Weber. Kondisi ini menjadikan pertimbangan Pemerintahan Hindia Belanda untuk membangun lintasan jalan kereta api yang menghubungkan Batavia dengan Sukabumi. Jalur kereta api tersebut memberikan banyak keuntungan bagi perkebunan teh yang memelukan transportasi yang murah dan cepat untuk menjual hasil perkebunan ke parbik ataupun kota. 

Dengan lintasan jalan kereta api ini kehidupan sosial ekonomi masyarakat semakin berkembang. Pemerintah Hindia Belanda juga membangun sejumlah irigasi untuk mengairi kegiatan pertanian di wilayah Sukabumi. Tidak kurang dari tujuh belas tang air melintas di atas jalan raya yang menghubungkan Bogor dengan Cianjur melalui Sukabumi. Bangsa Eropa berlomba lomba datang ke Sukabumi untuk berinventasi, hal itu di sebabkan karena banyaknya hal menarik yang dapat di kembangkan.

Kehadiran dan komposisi penduduk Eropa membawa dampak besar dalam perubahan Sukabumi menjadi sebuah gemeente (kotapraja). Kebijakan desentralisasi dan perubahan pemerintahannegeri (bestuurshervorming) memberi ruang bagi mereka untuk menjadikan Sukabumi sebagai daerah otonom. Kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda.

Yaitu Suka-Bumen, menurut keterangan mengingat udaranya yang sejuk dan nyaman, mereka yang dating ke daerah ini tidak ingin untuk pindah lagi karena suka/ senang Bumen-Bumen atau bertempat tinggal di daerah ini. Pada tahun 1914 Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kota Sukabumi sebagai “Burgerlijk Bestuur” dengan status “Gemeente” dennan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemlik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian Selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.

Sejak ditetapkannya Sukabumi menjadi daerah otonomi pada bulanMei 1926 makaresmi diangkat”Burgemeester”yaitu: Mr.GFRambonnet Pada masa inilahdibangunstasiun kereta api, Mesjid Agung,Gereja danPembangkit Listrik.Setelah Mr. GF.Rambonnet memerintah ada tiga”Burgemesteester”sebagaipenggantinyayaitu; Mr. WM Ouwekerk, Mr.A LA Van Unendan Mr. W.J PH Van Waning.

Letak Geografi
Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat serta bagian barat daya dari wilayah Priangan pada koordinat 106° 45’ 50’’ Bujur Timur dan 106° 45’ 10’’ Bujur Timur, 6° 49’ 29’’ Lintang Selatan dan 6° 50’ 44’’ Lintang Selatan, terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang ketinggiannya 584 m di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum 29 °C.

Kota ini terletak 120 km sebelah selatan Jakarta dan 96 km sebelah barat Bandung, dan wilayahnya berada di sekitar timur laut wilayah Kabupaten Sukabumi serta secara administratif wilayah kota ini seluruhnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi. Kota Sukabumi secara budaya merupakan bagian dari wilayah Priangan Barat.

Referensi : 
https://portal.sukabumikota.go.id
https://id.wikipedia.org

Comments

Popular posts from this blog

Kuliner Ayam Goreng Cipo Gunung Batu Bogor, Murah dan Wenak

Siapa yang suka kulineran? di Bogor banyak loh guys tempat yang pas untuk mengenyangkan perut. hehe, murah dan enak lagi. Makanan itu tidak harus yang mahal - mahal guys, tidak perlu juga harus dalam restoran, pinggiran jalan saja sudah lebih dari cukup yang penting nikmat dan hemat bisa membuat perut kenyang. haha. Kuliner itu adalah sebagai pelengkapnya wisata, jika berwisata tapi tanpa mampir untuk merasakan kulineran itu serasa tidak apdol.
Apalagi Bogor ini memiliki kebiasaan dengan aroma pedas, haha. Seperti yang salah satu ini Ayam dan Sambalnya sudah menjadi ciri khas terasa ma,nyos sekali. Nama kuliner ini adalah Ayam Cipo, masyarakat Bogor sudah pada tau, khususnya masyarakat Gunung Batu mereka sudah menjadi makanan pengakhir pengisian perut dimalam hari. Makanan khas yang disajikan oleh Ayam Cipo ini ada di salah satu Ayam nya yang dilengkapi dengan serbuk atau yang biasa dibilang serundeng.
Ayam ini sudah memiliki cita rasa dalam kandungan ayamnya, dengan rasanya itu loh …

Wisata Citamiang Membuat Orang Mabuk Kepayang

Obyek wisata sering kali membuat semua masyarakat tergila-gila akan wisata. Dengan keindahan dan keseruan saat kita berwisata bersama keluarga atau kerabat kita. Berbagai macam obyek wisata yang ada di dunia ini dengan keidahan-keindahan yang allah berikan kepada kita. Tak lupa saat kita berwisata sering kali merasa ketagihan dengan apa yang sudah kita kunjungi dalam berwisata, tentunya dengan obyek wisata yang ada pada daerah Puncak Cisarua Bogor dengan obyek wisata Citamiang. Obyek wisata Citamiang yang kini menjadi salah satu obyek wisata yang ada pada daerah Puncak Cisarua yang banyak dikunjungi oleh parawisatawan dengan panoramanya yang indah, dan sejuk dengan penghijauan yang mengelilingi kita. Citamiang adalah salah satu objek wisata Puncak Cisarua Bogor yang tepat untuk Anda yang ingin menghabiskan waktu saat berliburan dengan aneka keindahan alamya. Obyek wisata Citamiang dekat dengan tempat Agrowisata Gunung Mas sekitar 700 Km dengan posisi sebelah kanan begitupun jika Anda…

Kota Bunga Daerah Puncak Bogor Kecamatan Cianjur

Keindahan obyek wisata yang ada di Negara Indonesia dengan kekayaan wisata alamnya yang penuh dengan keindahan. Kita sebagai warga Indonesia sangat bangga dengan berbagai wahana obyek wisata. Wisata yang berada di Jawa Barat Puncak Bogor kecamatan Cianjur salah satunya terdapat sebuah wahana wisata Kota Bunga. Berbagai wahana wisata yang terdapat di daerah Jawa Barat ini dengan fitur yang berbeda dari setiap masing-masing obyek wisata. Berwisata menjadi pilihan utama di saat kita sudah jenuh dengan aktivitas padat kita selama hari kerja dan tiba saatnya saat hari liburpun tiba, kita menghilangkan kepenatan tentunya dengan berwisata mengunjungi wahana wisata yang terdapat di Puncak Bogor Kecamatan Cianjur ini salah satunya mengunjungi taman wisata Kota Bunga. Tempat wisata ini meyediakan panorama sesuai namanya, yaitu pemandangan alam yang indah bertemakan sebuah kota Venice, Italy. Tempat wisata ini mengusung konsep Eropa Little Venice. Selain Kota Bunga, disini juga menyediakan mini…