page contents Langsung ke konten utama

Wisata Observatorium Bosscha Bandung Jawa Barat

Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan peninggalan itu disebut sumber sejarah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. Begitupun dengan Budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
sumber : www.idtempatwisata.com
Kita sebagai masyarakat pedesaan tentunya perlu kita kenali terlebih dahulu budaya sejarah akan desa kita sendiri. Bagaimana sehingga adanya desa itu berdiri. Seperti yang satu ini adalah sebuah obyek wisata yang berada di pedesaan Bandung Jawa Barat yang bernuansa menarik membuat masyarakat sekitar ketagihan untuk berkunjung mengunjungi obyek wisata Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Dan di dalam rapat itulah, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R.

Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini. Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun sejak tahun 1923 sampai dengan tahun 1928. Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia. (sumber : bosscha.itb.ac.id)

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36' Bujur Timur dan 6° 49' Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan. (sumber : id.wikipedia.org).

 Jadwal kunjungan siang dengan rincian sebagai berikut :
sumber : bosscha.itb.ac.id
Jadwal Kunjungan malam dengan rincian sebagai berikut :
sumber : bosscha.itb.ac.id
Jadwal operasional Observatorium Bosscha :

Hari Minggu, Senin, dan hari libur nasional, selama bulan puasa dan libur idul fitri dan pergantian tahun. Alamat Observatorium Bosscha di Jalan Peneropongan Bintang No.45, Lembang, Kota Bandung, Jawa Barat 40391.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunci Gitar Lirik Chord Lagu Goblog Asep Balon X Febby X Udin And Friends

sumber : https://www.kkbox.com A                        F#m goblog, kamu mah goblog                       Bm               E geus ditulungan kalah ngalodok                     C#m               F#m geus diampihan kalah ngabadog                     Bm                   E teu gableg cedo dasar si goblog [INTRO] A F#m Bm E C#m  F#m Bm E A babaturan goblog, teu gableg rasa F#m aing keur senang sia unggal poe araya Bm aing keur di luhur saria milu jaya E tapi pas aing susah saria kamana? A mantuan sia mah ciga ngahakan suuk F#m cape ngagayem, beuteung aing angger ngurubuk Bm mun ulin jeung batur sia geus kudu bubuk E kalakuan kitu patut untung euweuh nu nusuk A                                                  F#m teu mulang tarima teu gableg ka era Bm teu inget baheula sia sagala menta "sep, nginjeum duit isukan dibayar" E mere nganjuk ka sia mah ciga nyawer biduan [Reff]  A                             F#m goblog, kamu mah goblog        

Kuliner Ayam Goreng Cipo Gunung Batu Bogor, Murah dan Wenak

Siapa yang suka kulineran? di Bogor banyak loh guys tempat yang pas untuk mengenyangkan perut. hehe, murah dan enak lagi. Makanan itu tidak harus yang mahal - mahal guys, tidak perlu juga harus dalam restoran, pinggiran jalan saja sudah lebih dari cukup yang penting nikmat dan hemat bisa membuat perut kenyang. haha. Kuliner itu adalah sebagai pelengkapnya wisata, jika berwisata tapi tanpa mampir untuk merasakan kulineran itu serasa tidak apdol. sumber : santiapriani04 Apalagi Bogor ini memiliki kebiasaan dengan aroma pedas, haha. Seperti yang salah satu ini Ayam dan Sambalnya sudah menjadi ciri khas terasa ma,nyos sekali. Nama kuliner ini adalah Ayam Cipo, masyarakat Bogor sudah pada tau, khususnya masyarakat Gunung Batu mereka sudah menjadi makanan pengakhir pengisian perut dimalam hari. Makanan khas yang disajikan oleh Ayam Cipo ini ada di salah satu Ayam nya yang dilengkapi dengan serbuk atau yang biasa dibilang serundeng. sumber : santiapriani04 Ayam ini sudah memiliki c

Kuliner Gurih 7 Bogor Khas Sunda

Doyan makan? Gurih 7 memiliki resapan aroma yang menggoda, yang memiliki ciri khas seperti pada umumnya sebuah makanan. Untuk urusan kulineran menjadi tradisi masyarakat yang memiliki keunikan tersendiri. Dalam masyarakat sunda ada dari mulai nama - nama makanan, cara memasak bumbu, hingga menyajikan citarasanya. Jika berkunjung ke Restoran Gurih 7 akan memberikan pengalaman lebih untuk Anda, bayangkan saja menyantap masakan saung lesehan dan kuliner khas sunda serta mendengarkan suara air terjun yang terletak di depan mata. sumber : https://www.tripadvisor.co.id Restoran ini merupakan satu-satunya restoran di pusat Kota Bogor yang mempunyai air terjun. Sungguh luar biasa kan guys?. Dengan jumlah saung lebih dari 60, Gurih 7 juga cocok untuk dijadikan tempat gathering bersama keluarga, rekan kerja, atau bahkan tempat wisata karena tempat ini berdekatan dengan toko kue dan oleh-oleh Khas Kota Bogor, yaitu Rumah Talas. Jangan sampe terlewatkan guys jika Anda sedang berkunjung di Ko