page contents Skip to main content

Monas Ikon Wisata Ibu Kota Jakarta

Bergemelut dalam sebuah pilihan atau menentukan sesuatu yang kita senangi tidak lepas dari istilah filsafat spekulatif sejarah dengan keindahannya yang membuat kita enggan untuk menantikannya. Terlepas dari kata sesuatu yang kita senangi tentunya menjadi sebuah pemikiran yang selalu berada dalam ingatan kita dengan daya tarik yang sangat luar biasanya. Kali ini kupas istilah wisata. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
Sumber : hiveminer.com
Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha

Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Kali ini Monas adalah salah satu destinasi wisata Ibu Kota Jakarta yang menjadi ikon Wisata Ibu Kota Jakarta yang membuat masyakarat atau parawisatawan tertarik untuk untuk berwisata berkunjung ke Ibu Kota Jakarta baik dari kalangan domestik sampe mancanegara. Monas menjadi pilihan utama parawisatawan baik dari kalangan keluarga, sodara, maupun teman. Banyak sekali tentunya yang selalu berdatangan untuk berwisata menikmati keindahan Monumen Nasional.

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. 

Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai dengan 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Sejarah Monumen Nasional 
Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950 menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Sukarno mulai merencanakan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus bangsa.

Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tetapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Sukarno.

Akan tetapi Sukarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. 

sumber : id.wikipedia.org

Selamat berwisata, semoga selamat sampai tujuan dan pulang dengan selamat.

Comments

Popular posts from this blog

Kuliner Ayam Goreng Cipo Gunung Batu Bogor, Murah dan Wenak

Siapa yang suka kulineran? di Bogor banyak loh guys tempat yang pas untuk mengenyangkan perut. hehe, murah dan enak lagi. Makanan itu tidak harus yang mahal - mahal guys, tidak perlu juga harus dalam restoran, pinggiran jalan saja sudah lebih dari cukup yang penting nikmat dan hemat bisa membuat perut kenyang. haha. Kuliner itu adalah sebagai pelengkapnya wisata, jika berwisata tapi tanpa mampir untuk merasakan kulineran itu serasa tidak apdol.
Apalagi Bogor ini memiliki kebiasaan dengan aroma pedas, haha. Seperti yang salah satu ini Ayam dan Sambalnya sudah menjadi ciri khas terasa ma,nyos sekali. Nama kuliner ini adalah Ayam Cipo, masyarakat Bogor sudah pada tau, khususnya masyarakat Gunung Batu mereka sudah menjadi makanan pengakhir pengisian perut dimalam hari. Makanan khas yang disajikan oleh Ayam Cipo ini ada di salah satu Ayam nya yang dilengkapi dengan serbuk atau yang biasa dibilang serundeng.
Ayam ini sudah memiliki cita rasa dalam kandungan ayamnya, dengan rasanya itu loh …

Wisata Citamiang Membuat Orang Mabuk Kepayang

Obyek wisata sering kali membuat semua masyarakat tergila-gila akan wisata. Dengan keindahan dan keseruan saat kita berwisata bersama keluarga atau kerabat kita. Berbagai macam obyek wisata yang ada di dunia ini dengan keidahan-keindahan yang allah berikan kepada kita. Tak lupa saat kita berwisata sering kali merasa ketagihan dengan apa yang sudah kita kunjungi dalam berwisata, tentunya dengan obyek wisata yang ada pada daerah Puncak Cisarua Bogor dengan obyek wisata Citamiang. Obyek wisata Citamiang yang kini menjadi salah satu obyek wisata yang ada pada daerah Puncak Cisarua yang banyak dikunjungi oleh parawisatawan dengan panoramanya yang indah, dan sejuk dengan penghijauan yang mengelilingi kita. Citamiang adalah salah satu objek wisata Puncak Cisarua Bogor yang tepat untuk Anda yang ingin menghabiskan waktu saat berliburan dengan aneka keindahan alamya. Obyek wisata Citamiang dekat dengan tempat Agrowisata Gunung Mas sekitar 700 Km dengan posisi sebelah kanan begitupun jika Anda…

Kota Bunga Daerah Puncak Bogor Kecamatan Cianjur

Keindahan obyek wisata yang ada di Negara Indonesia dengan kekayaan wisata alamnya yang penuh dengan keindahan. Kita sebagai warga Indonesia sangat bangga dengan berbagai wahana obyek wisata. Wisata yang berada di Jawa Barat Puncak Bogor kecamatan Cianjur salah satunya terdapat sebuah wahana wisata Kota Bunga. Berbagai wahana wisata yang terdapat di daerah Jawa Barat ini dengan fitur yang berbeda dari setiap masing-masing obyek wisata. Berwisata menjadi pilihan utama di saat kita sudah jenuh dengan aktivitas padat kita selama hari kerja dan tiba saatnya saat hari liburpun tiba, kita menghilangkan kepenatan tentunya dengan berwisata mengunjungi wahana wisata yang terdapat di Puncak Bogor Kecamatan Cianjur ini salah satunya mengunjungi taman wisata Kota Bunga. Tempat wisata ini meyediakan panorama sesuai namanya, yaitu pemandangan alam yang indah bertemakan sebuah kota Venice, Italy. Tempat wisata ini mengusung konsep Eropa Little Venice. Selain Kota Bunga, disini juga menyediakan mini…